Kamis, 22 Mei 2025

Koordinasi Sekretaris dan Bendahara Umum dengan Sekretaris dan Bendahara Divisi PMKM

 

Koordinasi Sekretaris dan Bendahara Umum dengan Sekretaris dan Bendahara Divisi PMKM 


Sebagai upaya meningkatkan sinergi dan efektivitas kerja antar pengurus, PMKM mengadakan kegiatan Koordinasi Sekretaris dan Bendahara Umum dengan Sekretaris dan Bendahara Divisi pada Minggu, 10 November 2024, bertempat di Aula Wisma. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pemahaman serta memperkuat koordinasi antar lini kepengurusan, khususnya dalam aspek administrasi dan keuangan organisasi.

Koordinasi ini dihadiri oleh seluruh sekretaris dan bendahara dari tiap divisi, serta sekretaris dan bendahara umum. Dalam sesi pertama, diskusi difokuskan pada bidang kesekretariatan. Materi yang dibahas mencakup teknis surat-menyurat, mulai dari proses pembuatan dan pengajuan proposal kegiatan oleh panitia, hingga mekanisme pengajuan ke pihak kemahasiswaan. Ditekankan pula pentingnya konsistensi format surat, kelengkapan dokumen pendukung, serta alur komunikasi yang tertib agar proses administrasi berjalan lancar dan sesuai dengan standar birokrasi kampus.

Sesi kedua kemudian dilanjutkan oleh pembahasan dari sisi bendahara. Fokus utamanya adalah teknis pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan pasca kegiatan. Bendahara umum memaparkan alur pengumpulan bukti pengeluaran berupa nota maupun kwitansi, serta prosedur pencairan dana sesuai dengan proposal yang telah disetujui. Dalam diskusi ini, ditekankan pentingnya ketelitian dan keterbukaan dalam pencatatan transaksi agar setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Kegiatan koordinasi ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan hambatan dan mencari solusi bersama atas tantangan administrasi dan keuangan yang dihadapi tiap divisi selama ini. Dengan adanya komunikasi yang aktif dan dua arah, diharapkan seluruh pengurus dapat bekerja lebih terintegrasi dan profesional.

Melalui koordinasi ini, harapannya PMKM dapat lebih tertib administrasi, transparan dalam keuangan, serta solid dalam koordinasi antar divisi.


Minggu, 04 Mei 2025

TBC (TUBERKULOSIS)

PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC)

Pengertian Tuberkulosis (TBC) Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya seperti ginjal, tulang, hingga sistem saraf pusat. Penularannya terjadi melalui udara saat penderita TBC aktif batuk, bersin, atau berbicara.

Tanda dan Gejala TBC
Beberapa gejala umum yang menandakan seseorang mungkin mengidap TBC antara lain:

* Batuk berdahak selama dua minggu atau lebih
* Batuk disertai darah
* Demam yang berlangsung lama
* Keringat malam berlebihan
* Penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas
* Hilangnya nafsu makan
* Merasa lemah dan mudah lelah

Upaya Pencegahan TBC
Langkah-langkah untuk mencegah penularan TBC mencakup:

* Pemberian vaksin BCG kepada bayi

* Menjaga sirkulasi udara yang baik di lingkungan tempat tinggal dan kerja

* Menggunakan masker di tempat berisiko tinggi

* Menghindari kontak langsung dengan penderita TBC aktif.

*Penanganan dan Pengobatan* TBC TBC dapat diobati dengan terapi antibiotik jangka panjang, biasanya selama minimal enam bulan. Untuk menjamin keberhasilan pengobatan, digunakan pendekatan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang melibatkan pengawasan langsung oleh petugas kesehatan. Kedisiplinan dalam menjalani pengobatan sangat penting untuk mencegah resistensi terhadap obat.

Kondisi TBC di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan WHO tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ketiga secara global. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat 6.746 kasus pada tahun 2018, dengan Kota Kupang mencatat 645 kasus.

Jumat, 02 Mei 2025

HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani. WHO menyatakan bahwa HIV masih menjadi isu global, khususnya di negara berkembang.

Di Indonesia, menurut data Kemenkes 2023, terdapat 543.100 kasus HIV, dengan sekitar 36.000 kasus baru per tahun. Penularan utama terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik tidak steril, dan dari ibu ke anak.

HIV menyerang sel darah putih, membuat penderitanya rentan terhadap infeksi serius. Virus ini menyebar lewat cairan tubuh seperti darah dan air mani, namun tidak melalui kontak kasual seperti pelukan atau berbagi makanan.

Terapi antiretroviral (ART) efektif mengendalikan HIV. Jika tidak diobati, infeksi akan berkembang menjadi HIV stadium lanjut, yang ditandai dengan jumlah CD4 rendah atau gejala berat.

Penyebab

HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyebar melalui beberapa cara, di antaranya:
1. Melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi HIV.
2. Pemakaian jarum suntik yang telah terkontaminasi.
3. Penularan dari ibu ke anak selama masa kehamilan, proses persalinan, atau melalui pemberian ASI.
4. Melalui transfusi darah yang mengandung virus HIV.

Tahapan Gejala HIV

Gejala HIV tidak selalu langsung terlihat dan berkembang bertahap dalam tiga fase utama:
1. Tahap Awal (Serokonversi)
Tahap ini terjadi dalam beberapa minggu setelah infeksi. Gejalanya menyerupai flu ringan, termasuk demam, sakit tenggorokan, ruam, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening, serta kelelahan. Meskipun tidak spesifik, fase ini adalah tanda respons awal tubuh terhadap virus.
2. Tahap Laten (Asimptomatik/Klinis Laten)
Pada fase ini, penderita tidak menunjukkan gejala fisik. Meski tampak sehat, HIV tetap aktif memperlemah sistem imun secara perlahan. Tahapan ini bisa berlangsung 5–10 tahun atau lebih tanpa pengobatan.
3. Tahap Lanjut (AIDS)
Di tahap ini, sistem imun sudah sangat rusak dan gejala yang lebih serius muncul, seperti:
1. Demam berkepanjangan dan keringat malam,
2. Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab jelas,
3. Kelelahan terus-menerus,
4. Diare kronis,
5. Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau alat kelamin,
6. Luka atau bercak ungu pada kulit,
7. Gangguan sistem saraf, termasuk kebingungan, depresi, atau kehilangan memori.

Komplikasi HIV

Jika tidak diobati, HIV dapat menyebabkan infeksi berat seperti:
1. Tuberkulosis (penyebab utama kematian pada ODHA),
2. Meningitis kriptokokus,
3. Infeksi bakteri serius,
4. Kanker seperti limfoma dan sarkoma Kaposi,
5. serta memperburuk kondisi lain seperti hepatitis B/C dan mpox (cacar monyet).

Faktor Risiko Penularan HIV

Penularan HIV dapat dipicu oleh sejumlah perilaku berisiko dan kondisi tertentu. Risiko meningkat pada individu yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom, baik secara vaginal maupun anal, terutama jika disertai infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis atau herpes. Penggunaan narkoba atau alkohol saat berhubungan seksual juga memperbesar kemungkinan tertular HIV.

Berbagi jarum suntik, menerima transfusi darah yang tidak aman, serta menjalani prosedur medis dengan alat yang tidak steril menjadi jalur penularan lain yang signifikan. Pada tenaga medis, luka tertusuk jarum dari pasien yang terinfeksi juga dapat menjadi sumber risiko.

Strategi Pencegahan HIV

Pencegahan merupakan kunci dalam mengendalikan penyebaran HIV. Beberapa langkah penting meliputi:

1. Seks Aman – Penggunaan kondom secara konsisten terbukti efektif menurunkan risiko penularan HIV dan IMS lainnya.
2. Hindari Berbagi Alat Suntik – Larangan keras terhadap berbagi jarum atau alat suntik mencegah penularan melalui darah.
3. Tes dan Konseling HIV – Pemeriksaan rutin dan konseling sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan risiko tinggi.
4. Peningkatan Edukasi – Penyuluhan mengenai HIV, cara penularan, dan pencegahannya perlu diperluas ke berbagai lapisan masyarakat.
5. PrEP (Profilaksis Pra-Paparan) – Obat pencegahan ini efektif bagi individu yang berisiko tinggi tertular HIV, seperti pasangan dari ODHA.
6. Penanganan HIV pada Ibu Hamil – Terapi antiretroviral bagi ibu hamil yang terinfeksi mampu menurunkan risiko penularan ke janin.
7. Sterilisasi Alat Medis dan Pribadi – Pastikan penggunaan alat medis, tato, atau tindik dilakukan dengan peralatan steril.

MBDK (Minuman Pemanis Dalam Kemasan)

Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) kini semakin digemari masyarakat karena sifatnya yang praktis dan cita rasanya yang menarik. Meskipun demikian, jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari kegemukan, kencing manis, hingga gangguan jantung. Tulisan ini akan mengulas efek buruk MBDK serta saran kebijakan untuk mengatur peredarannya.  

Definisi MBDK
MBDK merupakan produk minuman siap minum yang telah ditambahkan gula atau pemanis buatan ke dalam komposisinya. Beberapa contoh produk ini antara lain minuman bersoda, jus dalam kemasan, teh manis siap minum, serta minuman berenergi. Takaran gula dalam produk-produk ini kerap melampaui anjuran konsumsi harian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).  

Akibat Negatif MBDK bagi Kesehatan
1. Kegemukan
   Kandungan gula tinggi dalam MBDK menyumbang peningkatan berat badan karena memberikan kalori kosong tanpa zat gizi penting.  

2. Diabetes Melitus Tipe 2
   Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu kerja insulin yang berujung pada penyakit diabetes.  

3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
   Penelitian membuktikan bahwa konsumsi MBDK secara berlebihan berpotensi meningkatkan gangguan kardiovaskular.  

4. Masalah Kesehatan Gigi
   Kandungan gula dalam minuman ini merangsang perkembangan bakteri perusak email gigi.  

Upaya Pengaturan MBDK di Indonesia
Tahun 2024, pemerintah Indonesia gencar mempromosikan gerakan "Batasi Gula, Garam, dan Lemak (GGL)" yang diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Beberapa langkah yang diambil mencakup:  
- Pencantuman peringatan kesehatan pada kemasan  
- Penerapan cukai untuk minuman dengan kadar gula tinggi  
- Penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya kelebihan gula  

Saran bagi Masyarakat
- Mengurangi asupan MBDK dan beralih ke air mineral atau infused water  
- Memerhatikan informasi nilai gizi pada kemasan produk  
- Mendukung program pemerintah dalam pengawasan peredaran MBDK. 
Konsumsi MBDK secara berlebihan jelas berdampak buruk bagi kesehatan. Dibutuhkan peran aktif masyarakat dan dukungan terhadap regulasi pemerintah untuk meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul.  

Kamis, 01 Mei 2025

DBD (Demam Berdarah Dengue)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang serius dan berpotensi mematikan, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Berikut adalah beberapa informasi penting tentang DBD:

DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utama DBD meliputi :
- demam tinggi, 
- nyeri kepala parah, 
- nyeri otot dan sendi, 
- ruam kulit, mual, muntah, dan perdarahan. 

DBD memiliki tiga fase klinis, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.
Fase DBD

- Fase Demam: Demam tinggi mendadak dan nyeri kepala parah
- Fase Kritis : Penurunan demam, namun dapat terjadi kebocoran plasma dan perdarahan
- Fase Pemulihan : Kondisi pasien mulai membaik seiring dengan normalisasi suhu tubuh

Untuk mencegah DBD, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah 
1. menguras tempat penampungan air,
2. menutup wadah penampungan air, 
3. mengubur barang bekas, 
4. menggunakan lotion atau obat nyamuk,
5. melakukan penyemprotan nyamuk, dan menggunakan kelambu saat tidur.

Pengobatan DBD

- Konsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi

- Beristirahat total dan melakukan kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam

- Menggunakan obat simptomatik seperti penurun panas dan obat antimual

Komplikasi DBD

- Mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit

- Muntah berwarna hitam, batuk darah, feses berwarna hitam

- Tekanan darah menurun, denyut nadi lemah, tubuh terasa dingin

- Frekuensi buang air kecil menurun, jumlah urine sedikit, sesak napas

Satu Rangkaian, Satu Tujuan: RUCA, Upgrading, dan Perayaan Ulang Tahun PMKM sebagai Momentum Penguatan Organisasi

Yogyakarta, 26 Oktober — PMKM menyelenggarakan sebuah kegiatan terpadu yang menggabungkan RUCA (Roll Update Care) , Upgrading , serta Pera...