Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) kini semakin digemari masyarakat karena sifatnya yang praktis dan cita rasanya yang menarik. Meskipun demikian, jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari kegemukan, kencing manis, hingga gangguan jantung. Tulisan ini akan mengulas efek buruk MBDK serta saran kebijakan untuk mengatur peredarannya.
Definisi MBDK
MBDK merupakan produk minuman siap minum yang telah ditambahkan gula atau pemanis buatan ke dalam komposisinya. Beberapa contoh produk ini antara lain minuman bersoda, jus dalam kemasan, teh manis siap minum, serta minuman berenergi. Takaran gula dalam produk-produk ini kerap melampaui anjuran konsumsi harian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Akibat Negatif MBDK bagi Kesehatan
1. Kegemukan
Kandungan gula tinggi dalam MBDK menyumbang peningkatan berat badan karena memberikan kalori kosong tanpa zat gizi penting.
2. Diabetes Melitus Tipe 2
Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu kerja insulin yang berujung pada penyakit diabetes.
3. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Penelitian membuktikan bahwa konsumsi MBDK secara berlebihan berpotensi meningkatkan gangguan kardiovaskular.
4. Masalah Kesehatan Gigi
Kandungan gula dalam minuman ini merangsang perkembangan bakteri perusak email gigi.
Upaya Pengaturan MBDK di Indonesia
Tahun 2024, pemerintah Indonesia gencar mempromosikan gerakan "Batasi Gula, Garam, dan Lemak (GGL)" yang diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Beberapa langkah yang diambil mencakup:
- Pencantuman peringatan kesehatan pada kemasan
- Penerapan cukai untuk minuman dengan kadar gula tinggi
- Penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya kelebihan gula
Saran bagi Masyarakat
- Mengurangi asupan MBDK dan beralih ke air mineral atau infused water
- Memerhatikan informasi nilai gizi pada kemasan produk
- Mendukung program pemerintah dalam pengawasan peredaran MBDK.
Konsumsi MBDK secara berlebihan jelas berdampak buruk bagi kesehatan. Dibutuhkan peran aktif masyarakat dan dukungan terhadap regulasi pemerintah untuk meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar